Inilah mungkin penghargaan sebenarnya. Aku masih ingat betul, 11 April 2008, tepat ulang tahunku yang ke-20, aku menerima award dari LSM Jatam dan Sawit Watch (dua organisasi yang concern di bidang pemeliharaan lingkungan hidup) Jakarta karena naskahku berhasil lolos menjadi pemenang kedua: Jangan Jadikan Indonesia Karpet Merah Dunia. 

Aku begitu girang lantaran: 1)  inilah award pertamaku (yang sesungguhnya) dalam bidang penulisan. 2) aku satu-satunya pemenang yang masih bau kencur saat itu. Karena pemenang lain berasal dari para dosen, aktivis senior dan mahasisa paca-sarjana. Sedangkan aku cuma santri udik yang tak tahu mana utara mana selatan.
Meski begitu, tiga tahun setelah penghargaan itu, kini aku terjerembab dalam lubang kesedihan yang sama. Ini karena meletusnya tragedi Mesuji dan Bima –dua hal yang aku ketengahkan dan bela mati-matian dalam naskah yang berhasil memberiku penghargaan tiga tahun lalu. Inilah ironinya!
Spread the love