Nostalgia 7

Setelah dua kemenangan berturut-turut itu, hampir satu tahun aku terjebak vakum menulis. Block-writing yang begitu akut. Zona nyaman telah melilit daya kreatifitasku. Mungkin inilah di antara alasan kenapa banyak penulis yang tumbang di tengah karir kepenulisannya:...

Nostalgia 6

20 hari pasca penghargaan itu, aku kembali diganjar penghargaan sayembara menulis “Untukmu Guruku” oleh Jawa Pos dan Telkom Speedy. Penghargaan ini agak istimewa, karena berkat kemenangan inilah aku untuk pertama kalinya bisa mempunyai komputer jinjing –dan uang tentu...

Nostalgia 5

Inilah mungkin penghargaan sebenarnya. Aku masih ingat betul, 11 April 2008, tepat ulang tahunku yang ke-20, aku menerima award dari LSM Jatam dan Sawit Watch (dua organisasi yang concern di bidang pemeliharaan lingkungan hidup) Jakarta karena naskahku berhasil lolos...

Nostalgia 4

Saya tak tahu, apa yang ada di benak pembina dan para punggawa OSIS SMA-ku dulu sehingga menobatkanku se-hiporbolis ini.  Karena saya tidak merasa demikian, maka saya anggap penobatan yang dilakukan pada 2007 di aula MMA BU dan disaksikan ratusan siswa itu sebagai...

Nostalgia 3

Waktu itu saya tengah menggebu-gebunya menjadi aktivis gender. R.A. Kartini, tentu saja, saya jadikan icon dan inspirasi feminisme Nusantara. Meski sebenarnya, saya lebih tertarik dengan Catatan Harian Kartini yang monumental itu: Habis Gelap Terbitlah Terang. Atau...