Seorang santri kelana yang tak pernah punya tempat untuk singgah. Berbagai pesulukan telah ia jajaki. Tapi tetap, pena, kertas dan paru-paru di dadalah sahabat yang setia menemani di manapun ia menginjak bumi.

Melawan dengan Penyadaran

(Warga Melintasi Ladang Menuju Tebing Hawu Cidadap/Dok. Pribadi)   Tahun 2009. Deden Syarif Hidayat (34) gundah gulana. Kampung halaman tempat ia lahir dan bertumbuh kembang tak ubahnya seperti neraka. Eksploitasi penambangan kapur yang terjadi sejak tahun 1970-an di...

BT Batik Trusmi: Dulu, Kini dan Nanti

(Gerai BT Batik Trusmi/ Dok. Pribadi)Jika Anda ingin memahami hari ini, Anda harus mencari kemarin---Pearl S. BuckSeiring massifnya kabar ihwal Cirebon yang akan segera menyongsong fajar metropolitan baru, terbetik beberapa tanya di benak: apa Cirebon sudah siap lepas...

Astra dan Masa Depan Aksara

(Para Pemenang APA 2017)     Tak hanya media massa cetak yang kini menghadapi sakaratul maut, saya merasa peradaban tulis kian ke sini juga kian tergerus oleh omong kosong zaman. Era tulisan mulai tergeser oleh peradaban desain grafis dan visual berbentuk infografi,...